1. Siaga
Kode Kehormatan Pramuka Siaga ada dua, yaitu Dwi Satya (janji Pramuka Siaga), dan Dwi Dharma (ketentuan moral Pramuka Siaga).
Satuan terkecil dalam Pramuka Siaga disebut Barung dan satuan terbesarnya disebut Perindukan. Sebuah Barung beranggotakan paling banyak 10 orang Pramuka Siaga dan dipimpin oleh seorang Ketua Barung yang dipilih oleh Barung itu sendiri.
Masing-masing Ketua Barung ini nanti akan memilih satu orang dari mereka yang akan menjadi Pemimpin Barung Utama yang disebut Sulung. Sebuah Perindukan terdiri dari beberapa Barung yang akan dipimpin oleh Sulung itu tadi.

2. Penggalang
Penggalang merupakan tingkatan dalam pramuka setelah siaga yang anggotanya berusia antara 11 – 15 tahun.
Disebut Pramuka Penggalang karena sesuai dengan kiasan pada masa penggalangan perjuangan bangsa Indonesia, yaitu ketika rakyat Indonesia menggalang dan mempersatukan dirinya untuk mencapai kemerdekaan dengan adanya peristiwa bersejarah berupa konggres pemuda Indonesia yang dikenal dengan ” Soempah Pemoeda” pada tahun 1928 .
Kode kehormatan Pramuka Penggalang adalah Trisatya (tiga kesetiaan anggota Pramuka) dan Dasadharma (sepuluh janji Pramuka).
Satuan terkecil dalam Penggalang disebut regu. Setiap regu diketuai oleh seorang Pimpinan Regu (Pinru) yang bertanggung jawab penuh atas regunya tersebut.
Di dalam Gugus depan Penggalang yang dapat berisi lebih dari satu regu putra/putri, terdapat peserta didik yang bertugas mengkoordinir regu-regu tersebut, peserta didik itu disebut Pratama (untuk putra) atau Pratami (untuk putri).
Regu dalam penggalang mempunyai nama-nama untuk mengidentifikasi regu tersebut. Nama Regu Putra diambil dari nama binatang, misalnya harimau, kobra, elang, kalajengking, dan sebagainya. Sedangkan nama regu putri diambil dari nama bunga, semisal anggrek, anyelir, mawar, melati.

3. Penegak
Penegak adalah anggota gerakan Pramuka yang sudah memasuki jenjang umur 16 - 20 tahun.
Disebut Pramuka Penegak karena sesuai dengan kiasan pada masa Penegakan kemerdekaan bangsa Indonesia.
Kode kehormatan Pramuka Penegak terdiri dari Janji yang disebut Trisatya dan ketentuan moral yang disebut Dasadharma.
Satuan Satuan terkecil dalam Pramuka Penegak disebut Sangga dan Kesatuan dari beberapa Sangga disebut Ambalan.
Setiap Sangga beranggotakan 7-10 orang Pramuka Penegak dan dipimpin oleh seorang Pemimpin sangga yang dipilih oleh anggota sangga itu sendiri.
Masing-masing Pemimpin sangga ini nanti akan memilih satu orang dari mereka yang akan menjadi Pemimpin Sangga Utama yang disebut Pradana. Ambalan yang terdiri dari beberapa sangga tersebut dipimpin oleh seorang Pradana
Setiap Ambalan mempunyai nama yang bermacam-macam, bisa nama pahlawan, tokoh pewayangan dan lain sebagainya.

4. Pandega
Pandega adalah golongan Pramuka setelah Penegak yang anggotanya berusia dari 21 tahun sampai dengan 25 tahun. Golongan Pandega disebut juga dengan Dewasa Muda.
Istilah “pandega” mempunyai arti “pemuka” atau “ahli”. Hal ini mengandung filosofi berdasarkan romantisme perjuangan bangsa Indonesia di mana setelah masa “menegakkan” kemerdekaan Republik Indonesia dilanjutkan dengan masa “memandegani” pelaksanaan pembangunan di Indonesia.
Kode kehormatan Pramuka Pandega sama dengan kode kehormatan pramuka penegak dan anggota pramuka dewasa lainnya. Kode kehormatan Pandega terdiri atas Satya Pramuka (janji) yang disebut Trisatya dan Darma Pramuka (ketentuan moral) yang disebut Dasadarma.
Pramuka Pandega dihimpun dalam satuan yang dinamakan Racana. Satu racana pandega idealnya beranggotakan antara 10 – 30 pramuka pandega. Racana dapat dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang disebut Reka.
Racana Pandega menggunakan nama dan lambang yang dipilih sesuai dengan aspirasi anggota dan mengandung kiasan dasar yang menjadi motivasi kehidupan Racana.
Biasanya menggunakan nama pahlawan, dapat juga menggunakan nama tokoh, nama jenis senjata, nama kerajaan dalam pewayangan atau nama cerita mitos.
Sedangkan Reka dapat dinamakan bebas sesuai keinginan anggota atau sesuai dengan minat bersama anggota.
Racana dipimpin oleh seorang ketua yang disebut Pradana yang dipilih dari musyawarah anggota Racana.
